Nama : Anisah
Kelas : 3EA41
NPM : 11214299
Sejarah Perkembangan Koperasi sejak
Bapak Sarbini 1968 Sampai dengan Bapak
Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
Koperasi di Indonesia
Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992,
didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan
hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas
kekeluargaan. Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12
Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan
prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu
adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).
Sejarah koperasi di Indonesia
1.
Zaman penjajahan Belanda
Koperasi
didirikan pertama kali sekitar tahun 1896 oleh R. Aria Wiriaatmaja yang waktu
itu menjabat sebagai bupati Purwokerto. Pada waktu itu, nama koperasi belum
ada, melainkan Bank Penolong dan Tabungan yang mempunyai fungsi sebagai
koperasi kredit.
Tahun 1908,
Boedi Oetomo turut serta mengembangkan koperasi di Indonesia dengan
spesialisasi koperasi konsumsi untuk tujuan meningkatkan kecerdasan rakyat
dalam rangka memajukan pendidikan Indonesia.
Undang-undang
yang mengatur koperasi baru keluar sekitar tahun 1915, yaitu pada tanggal 7
April 1915. Undang-undang ini bersifat keras dan membatasi gerak koperasi
bahkan beberapa isinya terkesan dibuat untuk mematikan koperasi. Ini
menyebabkan organisasi-organisasi politik dan ekonomi sulit berkembang.
Pada tahun 1927,
undang-undang koperasi dan peraturan koperasi Anak Negeri diperbaiki lagi.
Perubahan ini menjadikan koperasi lebih fleksibel dan menimbulkan semangat
untuk memperjuangkan koperasi kembali berkibar. Namun peraturan koperasi No.
108/1933 yang lahir di tahun 1933 kembali dibuat untuk membatasi gerak koperasi
karena Belanda jengah melihat perkembangan koperasi yang kian pesat.
2. Zaman Jepang
Pada zaman
penjajahan Jepang, kurva perkembangan koperasi Indonesia menurun drastis,
bahkan hampir mendekati titik kemusnahan. Hal ini disebabkan Jepang mendirikan
koperasi yang disebut KUMIAI. KUMIAI adalah koperasi ala Jepang yang diatur
menurut tata cara militer Jepang dan undang-undang No.23 tahun 1942.
Awalnya
tujuan KUMIAI seragam dengan koperasi sebelumnya, yaitu untukmeningkatkan
kesejahteraan rakyat. Namun lama kelamaan KUMIAI malah dijadikan alat pengeruk
dan penguras kekayaan rakyat sehingga rakyat Indonesia pun menjadi kecewa dan
antipati terhadap koperasi. Sejak saat itu, kesan buruk koperasi sudah melekat
sangat erat di masyarakat kebanyakan.
3. Zaman kemerdekaan
Setelah
merdeka dan berhasil menghirup nafas kebebasan, koperasi mulai menggeliat
bangun dan berbenah diri. Walaupun masih dilanda trauma, namun akhirnya
kepercayaan rakyat terhadap kinerja koperasi dapat kembali ditumbuhkan.
Perkembangan
koperasi mulai mengarah ke titik kemajuan, ditandai dengan dibuatnya UUD ’45
pasal 33 ayat 1 yang berisi : “Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan” Itu artinya koperasi adalah suatu wadah
usaha yang menjunjung tinggi keadilan dan musyawarah. Semua pihak mempunyai hak
atas keuntungan serta kewajiban yang harus dilaksanakan. Tidak lagi seperti
zaman penjajahan dulu, koperasi hanya menguntungkan pihak penjajah saja.
Pada tanggal
12 Juli, diselenggarakan kongres koperasi 1 di Tasikmalaya yang berjalan sukses
dan menjadikan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Sementara
pada kongres kedua tanggal 17 Juli 1953, Drs. Moh. Hatta ditetapkan sebagai
Bapak Koperasi Indonesia. Bung Hatta sepertinya memang patut dijadikan pedoman
karena dedikasi dan perhatiannya yang besar terhadap koperasi. Walaupun sedang
menjabat sebagi wakil presiden, beliau juga tetap menulis berbagai karangan dan
buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi.
Selain itu,
Bung Hatta juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita
dalam konsepsi ekonominya. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara
lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul “Membangun Koperasi dan Koperasi
Membangun”
4. Zaman Orde Baru
Pada tanggal
18 Desember 1967 telah dilahirkan Undang-Undang Koperasi yang baru yakni
dikenal dengan UU No. 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian:
Dengan
berlakunya UU No. 12/1967 koperasi-koperasi yang telah berdiri harus
melaksanakan penyesuaian dengan cara menyelenggarakan Anggaran dan mengesahkan
Anggaran Dasar yang sesuai dengan Undang-Undang tersebut. Dari 65.000 buah
koperasi yang telah berdiri ternyata yang memenuhi syarat sekitar 15.000 buah
koperasi saja.
Untuk
mengatasi kelemahan organisasi dan memajukan manajemen koperasi maka sejak
tahun1972 dikembangkan penggabungan koperasikoperasi kecil menjadi
koperasi-koperasi yang besar. Daerah-daerah di pedesaan dibagi dalam
wilayah-wilayah Unit Desa (WILUD) dan koperasikoperasi yang yang ada dalam
wilayah unit desa tersebut digabungkan menjadi organisasi yang besar dan
dinamakan Badan Usaha Unit Desa (BUUD). Pada akhirnya koperasi-koperasi desa
yang bergabung itu dibubarkan, selanjutnya BUUD menjelmas menjadi KUD (Koperasi
Unit Desa). Ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang Wilayah Unit Desa,
BUUD/KUD dituangkan dalam Instruksi Presiden No.4/1973 yang selanjutnya
diperbaharui menjadi Instruksi Presiden No.2/1978 dan kemudian disempurnakan
menjadi Instruksi Presiden No.4/1984. KUD (Koperasi Unit Desa) mulai
diberlakukan seiring dibentuknya UU. Koperasi No.25/1992 oleh
Prof. Dr. H. Sudarsono. Pada saat itu koperasi digunakan sebagai alat demokrasi
ekonomi dan sebagai badan usaha mandiri yang terus berkembang pesat sampai
sekarang.
Kondisi Koperasi di Indonesia
Setelah Merdeka
Setelah
bangsa Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali
kehidupan ekonomi. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian
Indonesia harus didasrkan pada asas kekeluargaan. Dengan demikian, kehadiran
dan peranan koperasi di dalam perekonomian nasional Indonesia telah mempunyai
dasar konstitusi yang kuat. Di masa kemerdekaan, koperasi bukan lagi sebagai
reaksi atas penderitaan akibat penjajahan, koperasi menjadi usaha bersama untuk
memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup yang didasarkan pada asas
kekeluargaan. Hal ini sangat sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, yaitu
gotong royong.
Pada awal
kemerdekaan, koperasi berfungsi untuk mendistribusikan keperluan masyarakat
sehari-hari di bawah Jawatan Koperasi, Kementerian Kemakmuran. Pada tahun 1946,
berdasarkan hasil pendaftaran secara sukarela yang dilakukan Jawatan Koperasi
terdapat sebanyak 2.500 buah koperasi. Koperasi pada saat itu dapat berkembang
secara pesat.
Namun karena
sistem pemerintahan yang berubah-ubah maka terjadi titik kehancuran koperasi
Indonesia menjelang pemberontakan G30S / PKI. Partai-partai memenfaatkan
koperasi untuk kepentingan partainya, bahkan ada yang menjadikan koperasi
sebagai alat pemerasan rakyat untuk memperkaya diri sendiri, yang dapat
merugikan koperasi sehingga masyarakat kehilangan kepercayaannya dan takut
menjadi anggota koperasi.
Pembangunan
baru dapat dilaksanakan setelah pemerintah berhasil menumpas pemberontakan G30S
/ PKI. Pemerintah bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara
murni dan konsekuen. Kehadiran dan peranan koperasi dalam perekonomian nasional
merupakan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat. Masa pasca kemerdekaan memang
dapat dikatakan berkembang tetapi pada masa itu membuat perkembangan koperasi
berjalan lambat. Namun keadaannya sperti itu, pemerintah pada atahun 1947
berhasil melangsungkan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kongres
Koperasi I menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain :
1. Mendirikan
sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia ( SOKRI )
2. Menetapkan
gotong royong sebagai asas koperasi
3.
Menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi
Akibat
tekanan dari berbagai pihak misalnya Agresi Belanda, keputusan Kongres Koperasi
I belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pada tanggal 12 Juli
1953, diadakanlah Kongres Koperasi II di Bandung, yang antara lain mengambil
putusan sebagai berikut :
1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia (
Dekopin ) sebagai pengganti SOKRI
2. Menetapkan pendidikan koperasi
sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah
3. Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi
Indonesia
4.
Segera akan
dibuat undang-undang koperasi yang baru
Hambatan-hambatan
bagi pertumbuhan koperasi antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut :
1.
Kesadaran
masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah
2.
Pengalaman
masa lampau mengakibtakan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi
3.
pengetahuan
masyarakat mengenai koperasi masih sangat rendah
Untuk
melaksanakan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain
:
1.
Menggiatkan
pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi
2.
Memperluas
pendidikan dan penerangan koperasi
3.
Memberikan
kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri maupun pertanian yang
bermodal kecil
Organisasi
perekonomian rakyat terutama koperasi sangat perlu diperbaiki. Para pengusaha
dan petani ekononmi lemah sering kali menjadi hisapan kaum tengkulak dan lintah
darat. Cara membantu mereka adalah mendirikan koperasi di kalangan mereka.
Dengan demikian pemerintah dapat menyalutrkan bantuan berupa kredit melalui
koperasi tersebut. Untuk menanamkan pengertian dan fubgsi koperasi di kalangan
masyarakat diadakan penerangan dan pendidikan kader-kader koperasi.
Perkembangan Koperasi di Indonesia
A.
Perkembangan Koperasi dalam sistem ekonomi terpimpin
Peraturan
konsep pengembangan koperasi secara misal dan seragam dan dikeluarkan
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
(1)
Menyesuaikan fungsi
koperasi dengan jiwa dan semangat UUD 1945 dan Manipol RI tanggal 17 Agustus
1959, dimana koperasi diberi peranan sedemikian rupa sehingga kegiatan dan
penyelenggaraannya benar-benar dapat merupakan alat untuk melaksanakan ekonomi
terpimpin berdasarkan sosialisme ala Indonesia, sendi kehidupan ekonomi bangsa
Indonesia dan dasar untuk mengatur perekonomian rakyat guna mencapai taraf
hidup yang layak dalam susunan masyarakat adil dan makmur yang demokratis.
(2)
Bahwa pemerintah
wajib mengambil sikap yang aktif dalam membina Gerakan Koperasi berdasarkan
azas-azas demokrasi terpimpin, yaitu menumbuhkan, mendorong, membimbing,
melindungi dan mengawasi perkembangan Gerakan Koperasi.
(3)
Bahwa dengan
menyerahkan penyelenggaraan koperasi kepada inisiatif Gerakan Koperasi sendiri
dalam taraf sekarang bukan saja tidakk mencapai tujuan untuk membendung arus
kapitalisme dan liberalism, tetapi juga tidak menjamin bentuk organisasi dan
cara bekerja yang sehat sesuai dengan azas-azas koperasi yang sebenarnya.
BERIKUT ADALAH BAPAK KOPERASI DARI TAHUN 1968 SAMPAI
SAAT INI (2016)
|
No
|
Nama
|
Kabinet
|
Mulai Menjabat
|
Selesai Menjabat
|
Keterangan
|
|
1
|
11 September
1971
|
Bernama Menteri Transmigrasi, dan Koperasi
|
|||
|
2
|
11
September 1971
|
28 Maret
1973
|
|||
|
Bernama Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan
Koperasi
|
|||||
|
3
|
Bernama Menteri Muda Urusan Koperasi
|
||||
|
Dipisahkan,
dan berganti nama menjadi Menteri Koperasi
|
|||||
|
4
|
|||||
|
Berganti
nama menjadi Menteri Koperasi, dan
Pembinaan Pengusaha Kecil
|
|||||
|
5
|
Berganti
nama menjadi Menteri Koperasi, dan
Usaha Kecil Menengah
|
||||
|
6
|
Berganti
nama menjadi Menteri Negara Koperasi,
dan Pengusaha Kecil Menengah
|
||||
|
7
|
Berganti
nama menjadi Menteri Negara Koperasi,
dan Usaha Kecil Menengah
|
||||
|
8
|
|||||
|
—
|
|||||
|
9
|
Berhenti
karena dilantik menjadi anggota DPR RI 2014-2019
|
||||
|
—
|
Pelaksana
Tugas
|
||||
|
10
|
Sedang Menjabat
|
1.
M. Sarbini
Lahir
di Kebumen, 29 Mei 1914 – meninggal di Jakarta, 21 Agustus 1977 pada umur 63 tahun adalah
seorang jenderal purnawirawan yang
dilahirkan di Kota Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah dan
banyak mengabdi selama masa perjuangan baik di bidang militer maupun pemerintahan Republik
Indonesia. Dalam masa perjuangan, terutama pada tanggal 20 Oktober 1945, dia,
yang pada waktu itu berpangkat Letkol, memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat Resimen Tengah dan menyerang, serta mengepung tentara
Sekutu dan NICA di
desa Jambu, Ambarawa yang
kemudian dikenal sebagai peristiwa palagan Ambarawa.Selama masa
pemerintahan Bung Karno, Mayor Jenderal M.
Sarbini menjabat sebagai menteri pertahanan dalam kabinet Dwikora II pada
tahun 1966 yang kemudian digantikan oleh Letnan Jendral Soeharto.Pada masa
hidupnya, jenderal H. M. Sarbini banyak dikenal sebagai bapak Veteran Indonesia
dan diabadikan namanya sebagai nama gedung veteran atau balai Sarbini yang
berada di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.
Untuk
mengenang jasa-jasanya, di Kebumen, tempat kelahirannya juga didirikan sekolah
SMK Jenderal M. Sarbini. Kabinet Pembangunan I adalah
nama kabinet pemerintahan di Indonesia pada tahun 1968-1973. Presiden pada
Kabinet ini adalah Soeharto. Kabinet Pembangunan
I terbentuk tanggal 6 Juni 1968 dan dilantik pada
tanggal 10 Juni 1968. Komposisi kabinet ini tidak jauh
berbeda dengan komposisi menteri dalamKabinet Ampera II. Tak lama
setelah Pemilu 1971, pada 9 September 1971, Presiden Soeharto mengumumkan
perombakan Kabinet Pembangunan I dan melantik menteri-menteri reshuffle
pada 11 September 1971.
Pada 1 April 1969,
dimulailah pelaksanaan Pelita I (1969-1974). Tujuan diselenggarakan Pelita I
adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan
dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Sedangkan sasarannya
adalah pangan, sandang, perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan
lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani. Titik berat Pelita I adalah
pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar
keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena
mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
2.
Raden
Soebroto
dilahirkan pada
tanggal 19 September 1923 di Kampung Sewu, Kota Surakarta, Jawa Tengah sebagai
anak ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Martosuwignyo dan ibu Sindurejo.
Setelah lulus dari HIS, Subroto
melanjutkan sekolah diMULO dan
Sekolah Menengah Tinggi (SMT). Situasi pada saat itu memaksa Subroto
mendaftarkan diri masuk PETA. Sayangnya,
ia harus ditolak karena terlalu kurus.[1] Pada
tanggal 1 November 1945, ia diterima sebagai kadet (taruna) di Militer
Academie (MA) di Yogya. Ada kebanggaan karena dari 197 angkatan
pertama ia adalah lulusan terbaik II dan menyandang pangkat Letnan II pada
tahun 1948. Sebagai tentara Subroto bersama rekan-rekannya seperti Wiyogo Atmodarminto, Soesilo Soedarman, Himawan Sutanto, Ali Sadikin, Yogi
Supardi, danSayidiman Suryohadiprodjo ikut berperan dalam perang kemerdekaan
hingga tahun 1949.
Setelah
perang usai, Subroto kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), lulus propaedeutisch-examen (lulus
tingkat II) pada bulan Februari 1952, hingga lulus candidaats-examen (lulus
tingkat IV - Sarjana Muda) pada bulan Maret 1955. Selama di kampus ia
aktif dalam organisasi kemahasiswaan, yang mempertemukannya dengan
perwakilan Universitas McGill yang sedang berada di Indonesia untuk mencari
kandidat yang berminat dalam program pertukaran mahasiswa untuk kuliah diUniversitas McGill, Montreal, Kanada. Akhirnya ia terpilih dan
mendapatkan beasiswa penuh untuk program pascasarjana di bidangforeign trade (perdagangan
luar negeri) - suatu bidang utama yang menarik pada saat itu.
Subyek
tesisnya adalah analisis persyaratan perdagangan dengan studi kasus Indonesia
dengan judul "Indonesian Terms of Trade after the Second World
War". Sejak tahap itu ia menyadari betapa pentingnya sumber daya
mineral dan bahan bakar fosil untuk perekonomian suatu negara seperti
Indonesia. Setelah meraih gelar Master of Arts dari Universitas McGill pada tahun 1956, ia kembali ke Indonesia untuk
mengambil program doktor ekonomi di UI, di mana ia bertemu dengan
sekelompok ekonom berbakat dan mulai bekerja sama membahas ide-ide baru tentang
perekonomian Indonesia. Pada tahun 1958 ia meraih gelar doktor ekonomi
dari UI.
Selain itu
ia juga ditugaskan sebagai dosen Seskoad di
Bandung, di mana salah satu muridnya adalah Soeharto.
Setelah Soeharto menjadi
Presiden RI, Subroto dan kelompoknya diangkat sebagai penasehat bagi
pemerintahan yang baru tersebut. Tugas pertama bagi para penasehat itu adalah
mengembangkan cetak biru perekonomian Indonesia yang melahirkan Repelita. Sejak
itulah para penasehat ekonomi tersebut diangkat menjadi Menteri di mana Subroto
sendiri mula-mula diangkat sebagai Menteri Transmigrasi dan Koperasi (11 September 1971 - 28 Maret 1973), selanjutnya sebagai Menteri Tenaga Kerja,
Transmigrasi, dan Koperasi (28 Maret 1973 - 29 Maret 1978), dan Menteri Pertambangan dan Energi selama
dua periode kabinet (29 Maret 1978 - 21 Maret 1988). Pada periode 31 Oktober 1984–9
Desember 1985 ia terpilih menjadi Presiden Konferensi OPEC.
Pada tahun
1988, Subroto mendapat kepercayaan menjadi Sekretaris Jenderal Organisasi
Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berkedudukan di Wina, Austria. Dari
Wina, Austria ini ia masih sempat memikirkan nasib anak bangsa yang masih
terbelit kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan, dan keterpurukan. Kondisi ini
mendorong Subroto dan sekretarisnya, Rizal Sikumbang mendirikan Yayasan Bina
Anak Indonesia (YBAI) yang concern di bidang pendidikan. Di usia senja ia terus
berkarya dan mengabdi. Kabinet Pembangunan II [1] adalah
nama kabinet pemerintahan di Indonesia pada
tahun 1973-1978. Presiden pada Kabinet ini
adalah Soeharto sedangkan
wakil presiden adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Pada masa kabinet ini, dimulailah
Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979). Sasaran yang hendak dicapai pada
masa ini adalah pangan, sandang, perumahan, sarana dan prasarana,
mensejahterakan rakyat, dan memperluas lapangan kerja. Pelita II berhasil
meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. Perbaikan dalam
hal irigasi. Di bidang industri juga terjadi kenaikna produksi. Lalu banyak
jalan dan jembatan yang direhabilitasi dan dibangun. Pada masa kabinet ini
juga, terjadilah peristiwa Malari (Malapetaka
Limabelas Januari) pada tanggal 15-16 Januari1974 yang bertepatan dengan
kedatangan Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei ke
Indonesia.
3.
Bustanil
Arifin
(lahir
di Padang Panjang, Sumatera Barat, 10 Oktober 1925 – meninggal di Los Angeles,Amerika Serikat, 13 Februari 2011 pada umur 85 tahun) adalah
seorang militer dan politisi Indonesia. Ia pernah
menjabat KepalaBadan Urusan Logistik (Bulog) dan Menteri Koperasi Indonesia. Kabinet
Pembangunan III adalah kabinet yang dibentuk pada masa
pemerintahan Presiden Soeharto denganWakil Presiden H. Adam Malik. Kabinet
ini diumumkan secara langaung pada 29 Maret 1978 dan kemudian, dilantik secara
langsung pada 31 Maret 1978. Adapun susunan kabinetnya adalah
sebagai berikut.Kabinet menyelenggarakan Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984). Pelita III lebih menekankan pada
Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah
pembangunan pada segala bidang. Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan.
Isi Trilogi Pembangunan terdiri dari:
Ø Stabilitas
nasional yang dinamis
Ø Pertumbuhan
ekonomi tinggi, dan
Ø Pemerataan
pembangunan dan hasil-hasilnya.
Isi Delapan Jalur Pemerataan:
ü Pemerataan
pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan papan
(perumahan).
ü Pemerataan
kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan.
ü Pemerataan
pembagian pendapatan.
ü Pemerataan
kesempatan kerja.
ü Pemerataan
kesempatan berusaha.
ü Pemerataan
kesempatan berpartisipasi dalam pembagunan khususnya bagi generasi muda dan
kaum wanita.
ü Pemerataan
penyebaran pembangunan di wilayah tanah air.
ü Pemerataan
kesempatan memperoleh keadilan.
Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988) adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah.Pada masa itu, diselenggarakan Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989). Pada Pelita IV lebih dititik
beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan
industri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. Hasil yang dicapai
pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Pada tahun 1984 Indonesia
berhasil memproduksi beras sebanyak 25,8 ton. Hasilnya Indonesia berhasil
swasembada beras. Kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO (Organisasi Pangan dan
Pertanian Dunia) pada tahun 1985. hal ini merupakan prestasi besar bagi
Indonesia. Selain swasembada pangan, pada Pelita IV juga dilakukan
Program KB dan
Rumah untuk keluarga.
Kabinet Pembangunan V adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden Sudharmono. Kabinet
ini dibentuk pada tahun 1988 dan berakhir pada tahun 1993.
4.
Subiakto
Tjakrawerdaya
(lahir
di Cilacap, Jawa Tengah, 30 Juli 1944; umur 72 tahun) adalah Menteri Koperasi Indonesia pada
tahun 1993 hingga tahun 1998 pada Kabinet Pembangunan VI dan Kabinet Pembangunan VII pada masa pemerintahan
PresidenSoeharto. Kabinet
Pembangunan VI adalah kabinet yang dibentuk pada masa
pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Soetrisno dengan
masa bakti (1993-1998). Kabinet Pembangunan VII adalah kabinet pemerintahan Indonesia yang dibentuk pada masa
pemerintahanPresiden Soeharto dan
Wakil Presiden Baharuddin Jusuf Habibie yang masa jabatannya paling
singkat (16 Maret 1998-21 Mei 1998). Masa bakti kabinet ini seharusnya
berakhir pada tahun 2003, namun
karena terjadi demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia yang
berujung pada pengunduran diri Soeharto dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998 dan diangkatnya B.J. Habibie
sebagai pejabat presiden dalam situasi darurat, mengakibatkan kabinet ini
menjadi demisioner. Sebagai penggantinya, pemerintahan Indonesia dilanjutkan
oleh Kabinet Reformasi Pembangunan.
Adapun Catur Krida Kabinet Pembangunan VII adalah
sebagai berikut:
· Pertama,
trilogi pembangunan. Yakni stabilitas nasional, pertumbuhan dan pemerataan,
sebagai landasan kebijaksanaan pembangunan yang sudah teruji selama ini dan
telah kita laksanakan.
· Kedua,
kemandirian. Yakni melepaskan diri dari ketergantungan pada pihak lain dan
percaya atas kemampuan sendiri, akan sanggup menghadapi segala gejolak yang
timbul akibat globalisasi.
· Ketiga,
ketahanan nasional. Dari kemandirian, kebersamaan, dan kekeluargaan itulah
tumbuh ketahanan nasional. Yaitu keuletan dan ketangguhan bangsa kita
menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.
· Keempat,
persatuan dan kesatuan. Keduanya akan memperkokoh ketahanan nasional dalam
menjamin kelangsungan hidup dalam bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
5.
Adi Sasono
(lahir
di Pekalongan, Jawa Tengah, 16 Februari 1943 – meninggal di Jakarta, 13 Agustus 2016 pada umur 73 tahun) adalah
mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan. Ia dikenal sebagai tokoh LSM dan berbagai aktivitas
kemasyarakatan lainnya. Selain itu ia juga merupakan tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI), Pelajar Islam Indonesia (PII)
dan ICMI dengan
pernah menjadi Sekretaris Umum pada tahun 1990-an. Selain itu ia juga
mendirikan Partai Merdeka yang menjadi peserta Pemilu 2004 di Indonesia.
Sebelumnya, ia juga dikenal sebagai tokoh Dewan koperasi Indonesia
(DEKOPIN).
Adi sasono
pada saat itu menjadi menteri koperasi dan usaha kecil dicap dari salah satu
media di luar negeri sebagai "Indonesia the most dangerous man",
namun pada article Los Angles Times - Washington (dicukil dari the tufts daily,
March 3, 1999), ia menyangkal "I've tried to convince them that I'm not
dangerous at all" bila melihat program yang diajukan sewaktu di
kementrian Koperasi dan usaha kecil adalah jelas untuk membela wong cilik dalam
mengembangkan usaha di mana didasarkan selama 32 tahun dipimpin oleh pemimpin
otoriter terdahulu lebih mengarah crony capitalism.
Kabinet
Reformasi Pembangunan adalah kabinet pemerintahan Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie. Kabinet
ini dibentuk pada 23 Mei 1998 dan masa baktinya berakhir
pada 20 Oktober 1999. Kabinet ini terdiri dari
sejumlah menteri koordinator, sejumlah menteri pemimpin departemen, sejumlah menteri negara, Sekretaris Negara, dan Jaksa Agung.[1]
6.
Zarkasih Nur
(lahir
di Ciputat, Tangerang, Jawa Barat, 21 April 1940; umur 76 tahun) adalah Menteri Negara Koperasi dan UKMpada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar sarjana pada
tahun 1973 dari IAIN Syarif Hidayatullah dan merupakan mantanpolitikus dari Partai Persatuan Pembangunan. Dia juga pernah menjadi
anggota DPR mewakili
fraksi PPP. Dia juga
salah satu pencetus percepatan Muktamar PPP dari 2008 menjadi 2007 yang
akhirnya menyebabkan pemecatan dirinya dari PPP.
KabinetPersatuanNasional adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. Kabinet ini dibentuk pada 26 Oktober 1999 dan masa baktinya berakhir
pada 9 Agustus 2001. Kabinet ini terdiri dari
sejumlah menteri koordinator, sejumlah menteri pemimpin departemen, sejumlah menteri negara, Sekretaris Negara, dan Jaksa Agung.
7.
H. Alimarwan
Hanan, SH.
(lahir di
Desa Uludanau, Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, 12 Maret 1947 – meninggal di Jakarta, 7 November 2010 pada umur 63 tahun)
adalah Menteri Negara Koperasi dan UKMpada Kabinet Gotong Royong. Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1984 dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang. Ia dikenal
sebagai politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
KabinetGotongRoyong adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Megawati Sukarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz. Kabinet
ini dilantik pada 10 Agustus 2001 dan masa baktinya berakhir
pada 20 Oktober 2004. Kabinet ini diumumkan pada 9 Agustus 2001. Selama kabinet ini bertugas,
Presiden Megawati Soekarnoputritidak pernah melakukan perombakan
kabinet. Tetapi, hanya mengangkat beberapa menteri ad-interim karena
beberapa menteri mengundurkan diri sehubungan dengan pencalonan mereka di Pilpres 2004.
Program Kerja Kabinet Gotong Royong :
· Mempertahankan
Persatuan dan Kesatuan bangsa dalam kerangka utuh Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
· Meneruskan
proses reformasi dan demokratisasi dalam seluruh aspek kehidupan nasional
melalui kerangka, arah, dan agenda yang lebih jelas, dengan terus meningkatkan
penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.
· Normalisasi
kehidupan ekonomi dan kemasyarakatan untuk memperkuat dasar bagi kehiduan
perekonomian rakyat. Melaksanakan penehakan hukum secara konsisten,
mewujudkan rasa aman serta tenteram dalam kehidupan masyarakat, melakukan
pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
· Melaksanakan
politik luar negeri yang bebas aktif, memulihkan martabat bangsa dan negara
serta kepercayaan luar negeri, termasuk lembaga-lembaga pemberi pinjaman dan
kalangan investor terhadap pemerintah. Mempersiapkan
penyelenggaraan Pemilihan Umum 2004 yang aman, tertib, rahasia, dan langsung.
8.
Drs. H.
Suryadharma Ali, M.Si.
(lahir di Jakarta, 19 September 1956; umur 60 tahun) adalah Menteri Agama Indonesia dari 22 Oktober 2009 hingga 28 Mei 2014. Sebelumnya ia menjabat
sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha
Kecil Menengah padaKabinet Indonesia Bersatu. Ia menyelesaikan pendidikan
sarjananya di IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, pada tahun 1984. Pada tahun 1985 ia berkarier di PT. Hero Supermarket, hingga
tahun 1999 di
mana ia menduduki posisi Deputi Direktur perusahaan ritel tersebut. Selain itu,
ia juga aktif di berbagai organisasi ritel di Indonesia. Pada Februari
2007, Suryadharma terpilih sebagai Ketua Umum PPP dan menggantikan Hamzah Haz.
Kepengurusan periode kepemimpinannya didampingi oleh Wakil Ketua Umum Chozin Chumaidy, Irgan Chirul Mahfiz (Sekretaris Jenderal), Suharso Monoarfa (Bendahara), Bachtiar Chamsyah (Ketua
Majelis Pertimbangan Pusat), KH Maemoen Zubair (Ketua Majelis Syariah), danBarlianta Harahap (Ketua Majelis
Pakar). Pada 23 Mei 2014 Suryadharma Ali dinyatakan
oleh KPK sebagai
tersangka dalam kasus korupsi dana haji. Menghadapi proses hukum yang
menunggunya, Suryadharma Ali menyatakan mundur dari jabatannya pada
Senin, 26 Mei 2014 dan resmi mengirimkan surat
pengunduran diri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 Mei 2014
Kabinet Indonesia Bersatu I (Inggris: United Indonesia Cabinet) adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Kabinet ini dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada 20 Oktober 2009. Pada 5 Desember2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet untuk pertama kalinya, dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja para menterinya, Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007.
Kabinet Indonesia Bersatu I (Inggris: United Indonesia Cabinet) adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Kabinet ini dibentuk pada 21 Oktober 2004 dan masa baktinya berakhir pada 20 Oktober 2009. Pada 5 Desember2005, Presiden Yudhoyono melakukan perombakan kabinet untuk pertama kalinya, dan setelah melakukan evaluasi lebih lanjut atas kinerja para menterinya, Presiden melakukan perombakan kedua pada 7 Mei 2007.
9.
Syariefuddin
Hasan atau lebih dikenal dengan nama Syarief Hasan
(lahir
di Palopo, Sulawesi Selatan, 17 Juni 1949; umur 67 tahun) adalah
seorang politisi Indonesia yang
menjadi Menteri Negara Koperasi dan Usaha
Kecil dan Menengah Republik Indonesiapada Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia menjabat anggota Komisi XI dan
Panitia Anggaran DPR pada periode 2004-2009. Ia menikah dengan Inggrid Kansil, presenter
dan pemain sinetron yang menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Syarief Hasan
merupakan alumni Doktor Ilmu Manajemen S3 Universitas Persada Indonesia YAI, Kabinet
Indonesia Bersatu II adalah kabinet
pemerintah Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil Presiden
Boediono.
Susunan
kabinet ini berasal dari usulan partai politik pengusul
pasangan SBY-Boediono pada Pilpres 2009 yang
mendapatkan kursi di DPR (Partai Demokrat, PKS, PAN,PPP, dan PKB) ditambah Partai Golkar yang bergabung setelahnya, tim sukses pasangan
SBY-Boediono pada Pilpres 2009, serta kalangan profesional. Susunan Kabinet
Indonesia Bersatu II diumumkan oleh Presiden SBY pada 21 Oktober 2009 dan dilantik sehari
setelahnya. Pada 19 Mei 2010, Presiden SBY mengumumkan
pergantian Menteri Keuangan[4]. Pada
tanggal 18 Oktober 2011, Presiden SBY mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia
Bersatu II, beberapa wajah baru masuk ke dalam kabinet dan beberapa menteri
lainnya bergeser jabatan di dalam kabinet Pada tanggal 13 Juni 2012,
Presiden SBY mengumumkan pergantian Menteri Kesehatan di mana pejabat
sebelumnya telah meninggal dunia.
(lahir di Denpasar, Bali, 7 Juli 1965; umur 51 tahun) adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil
dan Menengah Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang
menjabat sejak 27 Oktober 2014. Ia juga adalah Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013. Ia menyelesaikan studi S1 di
Universitas Ngurah Rai, Denpasar pada
tahun 1991. Sebelumnya
ia, menjadi Wali Kota Denpasar untuk
periode 2000-2005 dan 2005-2008, tetapi tidak terselesaikan disebabkan dirinya
terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi I Made Mangku Pastika dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali
Tahun 2008.
Pada tahun 2013, ia mencalonkan diri sebagai calon gubernur Bali periode
2013-2018 yang diusung oleh PDI Perjuangandidampingi
oleh Dewa Nyoman Sukrawan yang
merupakan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng 2009-2014. Sejak 27 Oktober 2014, ia menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UMKM di era
pemerintahan Jokowi - JK pada KabinetKerja.
KabinetKerja adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil PresidenMuhammad Jusuf Kalla. Susunan kabinet ini berasal dari kalangan
profesional, usulan partai politik pengusung pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014 (PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, dan Partai Hanura)
ditambah PPP, PAN, dan Partai Golkar yang bergabung setelahnya, serta tim sukses
pasangan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Susunan kabinet diumumkan oleh Presiden
Jokowi pada 26 Oktober 2014. dan resmi dilantik sehari
setelahnya. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla membacakan susunan
kabinetnya di taman belakang Istana Negara. Dalam kesempatan itu, Jokowi
menghadirkan para menterinya yang mengenakan seragam kemeja putih. Kabinet
Kerja terdiri dari 4 menteri koordinator dan 30 menteri.
Referensi :
Casino Games Near Me - MapyRO
BalasHapusFind Casinos 구리 출장안마 Near Me near you on MapyRO! Find Casinos Near You in 12 서울특별 출장안마 Minutes. Find 아산 출장마사지 Casino Gaming, Casinos Near Me, Hotels, 포천 출장샵 Hotels, & more. 익산 출장안마